Minggu, 27 Juli 2025

BAGAIMANA JIKA KAMU ADALAH DUNIANYA?

tenang, sunyi tapi tak sepi.
apa yang kamu lihat dari pemandangan hijau itu?
bayangan seseorang?
kenangan?
harapan yang hilang?
mimpi yang tersampaikan?

bagaimana kalau ada seseorang yang menjawab, aku sedang melihat duniaku?

apa benar dunianya sesempit ini?

Bagaimana kalau ternyata benar?
dunianya hanya sebatas itu?

beberapa jenis orang berkeliling dunia dengan pesawat terbang, berpindah dari satu tempat ke tempat yang lainnya,
tapi taukah kamu, ternyata beberapa orang menyimpan dunianya dalam kepalanya, 
hilir mudik kesana kemari dengan tubuh yang diam, dan suara yang hening?

ya sangat hening diluar dan berisik di kepala?
hal-hal diluar sana menjadi tidak penting lagi, notifikasi hp, panggilan telpon, ajakan pertemuan dan obrolan ringan, tak ada lgi yang menarik, benar-benar tidak ada lagi yang menarik!

dia tak menyerah ataupun berhalusinasi, 
dia sedang berpikir tentang arti, arti hidupnya untuk sesama, arti sesama untuk hidupnya, arti dia sendiri untuk kehidupannya!

dia diam dan memilih memendam sakitnya sendirian, karena dia tau saat dia utarakan sesuatu yang dia pikirkan akan sangat menyakitkan untuk di dengar seseorang, dia akan  diam memikirkan apa yang harus dilakukan karena dia tau, sekali lagi kesalahan dia akan menyakiti banyak kehidupan.



Ratu Lahir Dari Seorang Raja, apa kamu lupa?

aku memberinya jarak tapi tak pernah melepaskan pandanganku terhadapnya,
dia begitu mempesona bagiku dan segala sesuatu yang mungkin datang kepadanya begitu menakutkan untukku.
setiap bertemu orang baru dia akan tertawa riang, menyambut mereka seolah mereka juga menyambutnya.
sayangnya tidak seperti itu, beberapa mungkin malah terganggu dengan antusiasmenya. 
Saat hal-hal datang tidak sesuai harapanku, aku akan memaksanya pergi, memanggil tangisnya yang baru.

Baikkah ini untuknya?

entahlah, saat dia lahir itu pertama kalinya aku jadi seorang ayah dari seorang anak perempuan.

Aku ingin dia menjadi seperti ratu Sima yang melegenda itu, memimpin dengan adil dan rindukan begitu banyak orang, namanya diabadikan sebagai simbol cinta dan kasih sayang dari orang-orang yang mengikutinya, tapi aku lupa ratu Sima lahir dari seorang Raja, bukan dari laki-laki biasa yang hari ini, besok dan lusa rencana selalu berubah.

Di dunia yang berkembang dengan cepat ini, tumbuh berbagai macam paradigma.
laki-laki harus bekerja untuk memenuhi semua kebutuhan hidup keluarganya, tak kehilangan hobi dan pulang dengan membawa harapan serta lelahnya menjalani hari.

kawan lama sempat memberi kabar, seorang perempuan bercerita padanya mengingatkan nilai yang sepertinya sudah aku abaikan.
aku tak melakukan kejahatan, semua masih aku penuhi dan keluargaku masih terawat, apa yang salah dari itu?

Semua berjalan begitu cepat, hal baik dan buruk datang dan aku masih berpikiran semua berjalan baik-baik saja.

Keajaiban lain datang dalam tubuh kecil tanpa tangisan yang lahir dalam sebuah perjalanan, dia seolah berjuang sendirian memilih kehidupan.

Serina ambulans dia terjang sendirian sementara aku berlarian menerjang hujan di gelapnya malam. sampai saat kami bertemu kembali, kakinya sudah membiru, kali ini matanya terbuka, tangisnya pecah mengundang tangisku dan sekali lagi dia berjuang sendiri memilih kehidupannya!

Kali ini aku siap terbang, dua bidadari ini akan membawaku terbang dengan sayapnya.

Sekali lagi dia memilih kehidupan, dia memilih tumbuh dan merespon lebih cepat, sayap yang lainnya mekar sangat indah tapi terlihat ada yang sedikit berbeda.

responya tak secepat sayap yang baru tumbuh itu, matanya selalu menghindar saat aku mencoba menatapnya.

Dia sedikit kesulitan berucap tapi tak pernah berhenti berharap, melalui bonekanya dia seolah sedang berucap, selama ini  dia kesepian dan lelah.

dia lelah berteman dengan tubuh-tubuh yang lelah, dia meminta sesuatu yang lebih, tidak lebih mahal ataupun mewah dia meminta hak dasar lainnya yang selama ini aku lupakan!

Dia tak pernah tertinggal, dia hanya memintaku menariknya dari pelontar  karet sederhana, dan dia siap melesat.

Dia memintaku bertanya kembali, tentang konsep dan nilai, tentang tawa dan sendu, tentang dimana aku menghabiskan lelahku selama ini?

Jumat, 27 Juni 2025

KENAPA HENING PENTING BAGIMU?

Beberapa orang kewalahan dalam mengendalikan dirinya ketika berada di dalam keramaian, jika itu kamu?
tenang saja kamu tidak aneh!
kamu yang sering menjauh dari keramaian, kamu yang sering malas mengobrol terlalu lama dengan orang terutama yang bersifat basa-basi, dan kamu yang merasa cepat kelelahan bertegur sapa dengan orang, 
sekali lagi kamu tidak aneh!

mungkin saja kamu adalah seorang HIGHLY SENSITIVE PERSON, ya bisa saja kamu adalah seorang HSP.
Kamu akan sesegera mungkin mencari tempat yang relatif lebih tenang dan hening, bukan untuk melarikan diri tapi untuk memulihkan kembali diri.
Seorang dengan HSP akan merasa kewalahan, kelelahan dan bahkan kesulitan mengendalikan dirinya akan banyaknya stimulus yang dia dapatkan saat di keramaian, dan saat dia memilih pergi bukan berarti dia sedang tidak peduli, dia sedang mengembalikan dirinya pada titik dimana dia memiliki kesadaran penuh dan utuh untuk mencerna stimulus yang sudah dia dapatkan dan memikirkan respon seperti apa yang harus dia berikan.
Dia sedang merecharge kembali dirinya sendiri untuk siap kembali. Dalam kondisi tertentu dia bahkan menganggap pesan dan telpon adalah gangguan nyata buat dirinya terutama dari orang yang bukan dia harapkan, tak peduli itu atasan, rekan bisnis atau bahkan seseorang yang mungkin memberikannya kemungkinan keuntungan material di hari itu.

memulihkan terkadang jauh lebih baik daripada memaksakan, karena bisa saja respon yang akan terlalu berlebihan, dan tentu saja hal-hal yang berlebihan tidak pernah cukup baik untuk dilakukan.
Dari berbagai sumber tentang HSP:

Highly Sensitive Person (HSP) adalah istilah psikologis yang merujuk pada individu dengan tingkat kepekaan yang tinggi terhadap rangsangan sensorik, emosional, dan sosial. Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Elaine N. Aron, seorang psikolog klinis, pada tahun 1990-an, dan sejak itu telah banyak diteliti serta dikenali sebagai salah satu variasi kepribadian yang normal.

---
🔍 Apa Itu Highly Sensitive Person (HSP)?
HSP bukan gangguan mental atau kelemahan, tetapi merupakan sebuah trait atau ciri temperamental yang dimiliki sekitar 15-20% populasi manusia (juga ditemukan pada hewan).
Orang dengan kepribadian HSP memiliki sistem saraf yang lebih responsif terhadap rangsangan, sehingga mereka:
Merespons lebih dalam terhadap emosi,
Lebih mudah merasa kewalahan oleh suara keras, cahaya terang, atau keramaian,
Cenderung reflektif, intuitif, dan memiliki empati tinggi,
Lebih mudah terpengaruh oleh suasana hati orang lain.
---

🧠 Karakteristik Utama HSP (D-O-E-S Model)
Menurut Dr. Elaine Aron, ada 4 aspek utama yang bisa dikenali dari HSP, yang disingkat menjadi DOES:

1. D – Depth of Processing (Kedalaman Pemrosesan)
HSP memproses informasi secara mendalam dan kompleks.
Mereka cenderung berpikir panjang dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan sebelum bertindak.
Sering merenung, memiliki pemikiran filosofis atau eksistensial.


2. O – Overstimulation (Mudah Terstimulasi Berlebihan)
HSP bisa merasa kewalahan dengan rangsangan yang terlalu banyak: keramaian, tekanan waktu, multitasking.
Perlu waktu sendiri untuk memulihkan energi (seringkali introvert, tapi tidak selalu).


3. E – Emotional Responsivity and Empathy (Respons Emosional dan Empati Tinggi)
Emosi dirasakan secara lebih intens, baik positif maupun negatif.
Sangat empatik terhadap perasaan orang lain.
Bisa menangis mudah atau tersentuh oleh film, musik, atau kisah manusia.


4. S – Sensory Sensitivity (Sensitivitas Sensorik)
Peka terhadap detail sensorik seperti suara keras, bau menyengat, pencahayaan, dan tekstur pakaian.
Juga lebih sensitif terhadap keindahan seni dan estetika.
---

💡 Ciri-Ciri Seorang HSP Secara Umum
Ciri Penjelasan
Mudah merasa kewalahan Ketika berada di lingkungan bising, ramai, atau penuh tekanan.
Butuh waktu menyendiri Untuk memulihkan energi setelah aktivitas sosial.
Reaksi emosional mendalam Baik terhadap pujian maupun kritik.
Sangat intuitif Bisa ‘merasakan’ suasana atau niat orang lain tanpa dijelaskan.
Peka terhadap rasa sakit Baik fisik maupun emosional.
Tak suka kekerasan visual Film atau berita kekerasan bisa sangat mengguncang.
Perfeksionis Karena cenderung memproses segala hal secara mendalam.
---

🧬 Apakah HSP Genetik atau Pengaruh Lingkungan?
Faktor genetik memainkan peran besar: beberapa orang dilahirkan dengan sistem saraf yang lebih sensitif.

Lingkungan masa kecil juga berpengaruh: anak HSP yang tumbuh di lingkungan suportif akan berkembang menjadi dewasa yang adaptif. Sebaliknya, pengalaman negatif bisa membuat mereka cemas atau depresi.
---

🧘‍♀️ Kebutuhan Khusus HSP
1. Lingkungan tenang dan terstruktur.

2. Waktu istirahat yang cukup.

3. Hubungan yang penuh pengertian.

4. Ruang untuk mengekspresikan diri (seni, tulisan, musik).

5. Validasi emosional (bukan dianggap “berlebihan” atau “baper”).

---

🤝 Apakah HSP Sama dengan Introvert atau Neurodivergent?
Tidak selalu. Sekitar 70% HSP adalah introvert, tetapi 30% bisa ekstrovert.
HSP bukan autisme, bukan ADHD, dan bukan gangguan mental. Tapi mereka mungkin terlihat mirip dalam beberapa gejala ringan (misalnya sensory overload).
Namun, seseorang bisa saja HSP sekaligus memiliki neurodivergensi.
---

✅ Keunggulan Seorang HSP
1. Kreatif dan artistik.
2. Pendengar yang baik dan sangat empatik.
3. Sering menjadi penengah yang bijak dalam konflik.
4. Mampu melihat nuansa dan makna mendalam dalam berbagai hal.
5. Sangat peduli terhadap keadilan, lingkungan, dan kemanusiaan.
---

⚠️ Tantangan Seorang HSP
1. Rentan stres dan burnout.
2. Sulit menghadapi kritik atau konflik.
3. Perlu waktu lebih lama untuk pulih dari pengalaman negatif.
4. Cenderung overthinking dan self-blaming.
---

📘  Buku dan Sumber

1. The Highly Sensitive Person – Elaine N. Aron
2. Sensitive is the New Strong – Anita Moorjani
3. Website resmi: hsperson.com
---

Jika kamu merasa seperti seorang HSP, itu bukan kelemahan, tapi kekuatan tersembunyi—asal tahu cara mengelolanya dengan baik.

Selasa, 24 Juni 2025

SEMUA ORANG DALAM PROSESNYA PANTAS DI TINGGALKAN

setelah sekian lama akhirnya harus menyerah lagi pada salah satu mimpi, mimpi yang sangat indah waktu itu dan setidaknya kami membuktikan sekali lagi kami gagal dalam proses perjalanannya!
perjalanannya sangat panjang, membawa kami jauh sekali dan jarak yang sangat jauh itu terasa pendek saat kami mencobanya!
puluhan, ratusan sampai mungkin ribuan kilometer penuh harap, canda dan tawa, senang rasanya bertarung seperti itu.
tapi siapa yang peduli proses?
hampir tak ada!
semua orang akan peduli proses saat hasilnya terlihat dan setiap yang sedang berproses berhak dan sangat pantas untuk ditinggalkan!
karyawanmu akan pergi saat kamu gagal memberikan makanan yang cukup untuk anak istrinya, mereka tidak peduli kamu dan anak istrimu makan atau tidak, selama kamu memberinya makan dan makanan yang cukup untuk dia bawa ke rumah, kamu akan di ikuti, sampai ketika kamu gagal memberikan keduanya kamu harus siap di tinggalkan, 
bukan salahmu ketika sudah semua kamu lakukan, 
bukan juga salah mereka karena tak faham prosesmu.
prosesmu adalah urusanmu, lelahmu adalah bagianmu dan sekalipun kamu teriak-teriak mereka tak pernah punya kewajiban untuk sedikit bertenggang rasa untuk perasaanmu, sekali lagi itu tetap akan jadi bagianmu!
menilai seberapa luhur moral dan loyal mereka tak pernah penting selama kamu gagal menghidupi mereka,
tidak ada dendam, tidak ada sakit hati dan tak perlu lagi ada kemarahan, 
kamu kecewa tapi hidup memang seperti itu.
ambil pelajarannya atau kamu tak dapat apa-apa lagi yang tersisa.
pikirkan saja langkahmu didepan semua akan berjalan kembali pada akhirnya, semakin baik atau semakin buruk itu tergantung responmu.
setiap orang sedang berlari, 
kamu dengan jalanmu, 
dia dengan jalannya dan mereka dengan jalan mereka sendiri-sendiri, 
selalu ada hal yang lebih penting daripada kamu, pun begitu sebaliknya.
sekali lagi hidup harus terus berjalan dan akan terus seperti itu, 
ketika kamu tidak berubah kamu akan merasakannya lagi! 
terimakasih atas perjalanan ini, 
mari tutup dengan rasa terimakasih, permintaan maaf tidak cukup baik diucapkan untuk perjuangan sekeras ini, itu hanya menambah beban!
sekali lagi aku sedang dalam prosesku, dan siapapun boleh pergi ketika prosesku terlalu lambat, 
boleh aku ulangi lagi?
"setiap yang sedang berproses pantas di tinggalkan siapa saja".
bukan ucapanku, alam yang mendesainnya!


Minggu, 20 April 2025

Stockholm syndrome part 2

sambungan

Suatu saat seorang wanita cantik bak tuan putri hidup dan dibesarkan oleh seorang laki-laki sempurna, orang-orang memanggilnya marry, dia hidup berdua dengan seorang ayah yang mendedikasikan seluruh sisa hidupnya untuk kebahagian anak semata wayangnya itu.
Sejak usia 10 tahun ibu marry telah meninggalkan, alih-alih merasa kesedihan akan kehilangan sosok ibu marry justru tumbuh amat bahagia dan tidak kekurangan sedikitpun selama hidupnya, hal itu tidak lain karena sosok ayah yang benar-benar sempurna di mata marry, yang dengan sadar marry menjadikannya sebagai wanita dengan standar laki-laki yang sangat tinggi di mata ayahnya adalah ambang batas minimal untuk siapapun yang ingin mendekatinya.
Dengan standarnya yang sangat tinggi itu tidak jarang banyak lelaki yang mengurungkan niatnya untuk mendekati marry, karena betapa tingginya sosok ayahnya tersebut, karir yang mapan, aset yang cukup dan seolah membuat maary tidak membutuhkan lelaki lain di hidupnya, belum lagi penampilan marry yang bak tuan putri seolah menegaskan bahwa hanya seorang pangeran yang pantas mendampinginya.
Usia marry sudah tidak muda lagi untuk seorang perempuan, ayahnya juga tidak keberatan jika anak satu-satunya itu memutuskan untuk tidak menerima siapapun dihidupnya, toh aset dan harta yang dia kumpulkan rasanya akan cukup untuk membuat marry bahagia.
Suatu hari ayahnya menerima telpon dari dua laki-laki misterius, yang mengaku sedang bersama marry, mereka memberikan telponnya kepada ayah marry dan membiarkan marry berbicara. Betapa terkejutnya ayahnya mendengar putri cantiknya yang sedang ketakutan, dia histeris dan tidak menyangka akan kejadian tersebut. 
Singkat cerita kedua pria tersebut meminta sejumlah uang sebagai alat tukar untuk mengembalikan marry, dan tentu saja ayahnya menyetujui permintaan tersebut, yang terpenting adalah keselamatan marry dan itu sudah cukup untuknya untuk ditukar dengan apapun di hidupnya. tidak tanggung-tanggung kedua pria tersebut meminta uang 1 milyar untuk harga marry, dan ayahnya marry menyetujui permintaan tersebut, akan tetapi mengambil uang di bank saat itu tidak semudah sekarang, butuh waktu apalagi dengan jumlah yang besar. Ayahnya meminta waktu satu Minggu untuk mengumpulkan uang tersebut dan meminta mereka menunggu, dia berjanji tidak akan melapor pada pihak kepolisian asalkan setiap hari dia dapat berbicara dengan marry dan meminta jaminan dari kedua pria tersebut untuk keselamatan marry.
Kedua pria tersebut setuju dengan syarat tersebut dengan meminta sejumlah uang untuk DP sambil menunggu ayah Marry mengumpulkan uang tersebut. Hari berlalu dengan ayahnya yang selalu mendapat kesempatan untuk berbicara dengan mereka, dalam beberapa hari Marry yang awalnya terdengar sangat ketakutan mulai terdengar lebih tenang, bahkan dihari ketiga Marry terdengar sangat aneh.
Ayahnya merasa Marry yang lebih tenang itu justru menunjukan sikap yang mencurigakan, beberapa kali Marry memuji kedua pria yang menculiknya itu dan mengatakan bahwa mereka memperlakukan Marry dengan sangat baik, mereka menghargai Marry sebagai seorang wanita, dan yang paling aneh, Marry sempat bertanya perihal jumlah uang yang mereka minta kepada ayahnya dan setelah Marry tau bahwa mereka meminta uang 1 Milyar, Marry sempat mengucapkan hal aneh, dia bilang kenapa aku dihargai dengan uang cuma 1 Milyar? apa aku semurah itu?
tentu saja hal ini membuat ayahnya bertanya-tanya, tapi karena kepanikan dan hal yang paling utama adalah keselamatan Marry ayahnya hanya menganggap itu sebagai hal yang tidak perlu ditanggapi secara serius.
Tepat di hari yang dijanjikan, kedua pria tersebut menentukan titik dimana mereka akan bertransaksi, mereka memilih sebuah pom bensin di pinggiran kota dengan memastikan bahwa ayahnya tidak membawa siapapun pada waktu itu, mereka mengarahkan ayah marry untuk datang sendirian serta menyimpan uang tersebut dekat tempat sampah besar yang ada di pom tersebut, lalu menyuruh ayahnya menunggu di toilet dan dalam waktu 10 menit marry akan datang menemui ayahnya.
ayahnya yang panik dan ketakutan selalu menyetujui apa yang mereka minta, lagi-lagi yang paling penting adalah keselamatan marry, setelah mengikuti semua arahan mereka ayahnya menunggu marry di toilet dengan perasaan yang sangat cemas, dia takut jika kedua pria tersebut tidak menepati janjinya. 
Betapa leganya dia setelah menunggu beberapa saat akhirnya marry datang, dia tampak baik-baik saja selain terlihat kelelahan dan berantakan karena beberapa hari tinggal di sebuah gudang yang terbengkalai, berapa bahagianya dia melihat anak semata wayangnya telah kembali, tanpa banyak basa-basi mereka langsung pergi meninggalkan tempat pertemuan itu untuk menuju rumah.
Sebelum kembali ke rumah ayahnya sempat membawa marry ke klinik untuk memastikan bahwa tidak ada luka di tubuh marry. Karena saat itu marry terlihat baik-baik saja, tenaga medis tidak memeriksa marry secara mendalam, hanya memberi kesimpulan jika marry mengalami sedikit trauma yang akan sembuh dalam waktu dekat, marry hanya diberikan obat penenang dosis rendah untuk memastikan dia dapat istirahat yang cukup.
Sesampai di rumah marry sering mengurung diri, bahkan setelah beberapa hari Marry selalu menangis dan berteriak histeris, terkadang sampai memukul-mukul tangannya ke dinding, ayahnya sangat terpukul dengan kondisi Marry dan sebelum terlambat dia memutuskan untuk memeriksa Marry ke klinik yang lebih lengkap untuk dilakukan pemeriksaan yang lebih intensif. Marry bertanya-tanya kenapa dia harus kembali diperiksa, dia merasa baik-baik saja, dia diperlakukan dengan baik oleh kedua pria tersebut dan sekarang marry telah kembali, apa pentingnya pemeriksaan tersebut sekarang, toh marry telah kembali dengan selamat?
tapi ayah marry bersikukuh untuk terus berngkat pergi ke klinik dan memeriksa keadaan marry, benar saja sesampai di klinik hasil visum menunjukan bahwa terdapat luka-luka di badan marry di sejumlah titik dan secara kasat mata luka itu sudah tidak terlihat karena sudah membaik, fakta lainnya terdapat luka di area sensitif Marry yang menunjukan bahwa sebenarnya marry telah disetubuhi oleh kedua pria tersebut. Hal yang paling mengejutkan dari semua hasil pemeriksaan tersebut adalah lagi-lagi Marry mengelak, Marry mengatakan bahwa kedua pria tersebut adalah pria yang baik dan mereka memperlakukan Marry dengan sangat baik, Marry selalu mencoba meyakinkan ayahnya bahwa orang yang telah menculiknya adalah orang-orang baik, tentu saja ayahnya tidak dapat menerima pengakuan tersebut, kemarahannya memuncak dan dia memutuskan  untuk melaporkan kedua pria tersebut kepihak kepolisian untuk mempertanggung jawabkan perlakuan mereka kepada Marry, putri cantik yang satu-satunya dia miliki di dunia ini.
Tidak memerlukan waktu yang lama pihak kepolisian dapat menemukan jejak kedua pria tersebut, karena pada dasarnya kedua pelaku hanyalah orang amatir dalam dunia kejahatan, mereka hanya pencuri biasa yang baru pertama kali menculik seseorang untuk mendapatkan uang.
Mereka diadili dan mengakui segala tuduhan akan perbuatannya, berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan dan kepolisian, selama proses pengadilan marry tidak pernah sekalipun menghadiri sidang, menimbang kondisi kesehatan marry ayahnya meminta untuk tidak menjadikannya sebagai saksi. Sampai pada sidang terakhir ayahnya memutuskan untuk hadir bersama Marry, dengan harapan kondisi marry akan sedikit membaik dengan melihat kedua pelaku telah dijatuhi hukuman berat dan setimpal atas perbuatannya.
tibalah hari itu, untuk pertama kalinya marry bertemu dengan dengan kedua pelaku di pengadilan, marry menangis sejadi-jadinya dan berteriak-teriak bukan karena membenci mereka, Marry justru mengatakan kepada semua orang di persidangan bahwa kedua pria tersebut adalah orang baik, mereka tidak pantas diadili dan dijatuhi hukuman, dia bahkan menyalahkan dirinya sendiri karena telah membuat dua pria baik hati mendapatkan hukuman yang tidak adil.
kedua pria yang melihat keadaan Marry tidak merasa bersalah sedikitpun, mereka bahkan menyebutnya dengan sebutan gila, ya Marry benar-benar seperti orang gila.
kondisi marry yang demikian diadnosis sebagai Stockholm syndrome, dimana Sindrom Stockholm ini adalah kondisi ketika terbentuk ikatan psikologis dalam diri para sandera kepada para penyanderanya. 
Sindrom ini dihasilkan dari serangkaian keadaan yang cukup spesifik, yakni ketimpangan relasi kuasa selama masa penyanderaan, penculikan, atau hubungan yang kasar.
Persis seperti apa yang dialami oleh Marry, trauma psikologis yang amat hebat menjadikannya seperti kehilangan orientasi, seolah tidak bisa membedakan siapa pelaku dan siapa pahlawan diantara mereka.
kembali pada konteks sebuah lagu yang disajikan oleh Blink 182 yang menggambarkan bagaimana hubungan toxic yang terjadi dalam waktu yang lama seolah membuat korban kehilangan kesadaran sosial, pada awalnya itu dilakukan sebagai bentuk pertahanan diri, perlakuan kasar, kata-kata tidak sopan diterima dan di normalisasi oleh individu dalam upayanya bertahan dalam sebuah hubungan dan dalam proses upayanya tersebut orang itu mulai menerima perlakuan itu dengan mudah dan ringan, yang lebih parah dia seolah menganggap perlakuan tersebut adalah pantas dia dapatkan karena dia telah melakukan kesalahan yang membuat pelaku dianggap pantas melakukan kejahatan tersebut.
gaes panjang kali lebar cerita seorang Marry semoga sedikit membuka mata kita akan keadaan psikologis kita masing-masing untuk lebih aware kepada hal-hal yang terjadi pada kita dan orang-orang disekitar kita terhadap miskonsepsi dan penyimpangan-penyimpangan terutama dalam hubungan sosial, ataupun antar individu yang lebih kecil.
terima kasih telah membaca, jangan lupa berikan saran untuk perbaikan di tulisan-tulisan selanjutnya!!!


Sabtu, 19 April 2025

Stockholm syndrome

sedikit pembuka, tulisan ini terinspirasi dari percakapan saya dan teman masa kecil saya, dan semoga tulisan ini bisa menjadi pengingat kami untuk tetap mencoba bertemu secara utuh di waktu-waktu yang akan datang, meskipun di tengah hiruk pikuk kegiatan dan drama keluarga di kota masing-masing.
Layaknya beberapa orang sahabat yang sudah sangat lama tidak bertemu, akhirnya kami dapat berkumpul setelah sekian tahun rencana itu tak pernah terjadi. Banyak hal kami bicarakan, sangat banyak bahkan, mengingat kami berteman sejak usia taman kanak-kanak, hal-hal lucu, senang, sedih, tragis bahkan saling menertawakan kebodohan-kebodohan kami tentang masalah percintaan di masa lalu.
Dalam beberapa hal kami memiliki selera yang berbeda, tim sepakbola kesayangan yang saling bermusuhan, argumen-argumen dalam mengelola keuangan, arsitektur dan bahkan trik-trik sederhana dalam menghadapi wanita bernama istri di rumah. wkwkwk
Salah satu hal yang kami sepakati dengan kekaguman adalah musik dan grup band favorit, berteman sejak kecil, menuju remaja dan dewasa kami sama-sama ditemani dengan musik dan syair dari lagu-lagunya blink 182, dan salah satu album favorit kami "feeling this" dari band tersebut sampai saat ini masih sering kami dengarkan. Wajar saja karena tahun realease dari album tersebut bertepatan dengan usia kami yang saat itu memasuki masa-masa putih abu-abu.
Pertemuan itu benar-benar kami nikmati dengan tawa, canda dan kadang air mata, dengan suara musik dari album favorit kami, kami bernyanyi bersama seolah saat itu "Tom Delonge" sedang bernyanyi di depan kami, lagu demi lagu, bait demi bait kami nikmati dengan bernyanyi walaupun dengan bahasa inggris yang pas-pasan. Sampai pada intro sebuah lagu terdengar suara seorang perempuan mirip sedang membacakan sebuah puisi tapi dengan intonasi dan penekanan yang lebih datar. musiknya cukup gelap dan saat memasuki part dimana lirik dinyanyikan seperti dua orang yang sedang bersahut-sahutan dalam pertengkaran dan kemarahan yang amat sangat, di tambah dengan ketukan drum dari Travis barker yang benar-benar seperti kehilangan kendali dalam memukul stick yang dia pegang saat itu.

"Tau apa yang dibaca oleh wanita tua ini?" tanyaku pada teman-teman saat itu
"ini adalah surat cinta dari neneknya mark hopus (bassis dari blink 182) kepada kakeknya pada masa perang dunia ke-2"
jawabku untuk pertanyaan ku sendiri yang bahkan teman-temanku tak sedikitpun aku beri waktu untuk menjawab pertanyaan tadi.
Mereka hanya tersenyum tipis, karena sebenarnya aku sedang pamer berapa blinknya diriku pada mereka, dan tentu saja mereka sudah mengetahui akan hal itu.
selang beberapa saat salah satu temanku bertanya "tau judul lagu ini?"
"Stockholm syndrome" jawabku cepat, lagi-lagi dengan atensi betapa blinknya aku wkwkwk
"tau stockomlm syndrome itu apa?" tanyanya mengejar jawabanku 
"hmmmmz" gumamku bingung dalam hati,
dan untuk kesekian kalinya temanku yang satu ini mengungguliku, setidaknya dalam hatiku berpikir demikian!!
nah dari percakapan itulah tulisan ini dimulai!!
haaah baru mau di mulai? (pasti pada nanya kan?)🤣
setelah panjang kali lebar baru mau di mulai,
maaf ya kan dari awal emang tulisan ini aku tujukan buat mengenang pertemuan kami,
tentang stockholm syndrome mari kita bahas part kedua dari tulisan ini...
hehe
teman saya adalah pencerita yang sangat baik, dari dulu saya selalu kagum dengan bagaimana dia mendeskripsikan detail-detail kecil dalam balutan ceritanya, dan mungkin tulisan saya ini tidak dapat secara utuh mewakili cerita teman saya saat itu, tapi saya akan coba sebaik mungkin untuk memberikan gambarannya.
mari kita mulai

Suatu saat seorang wanita cantik bak tuan putri hidup dan dibesarkan oleh seorang laki-laki sempurna, orang-orang memanggilnya marry, dia hidup berdua dengan seorang ayah yang mendedikasikan seluruh sisa hidupnya untuk kebahagian anak semata wayangnya itu.
Sejak usia 10 tahun ibu marry telah meninggalkan, alih-alih merasa kesedihan akan kehilangan sosok ibu, marry justru tumbuh amat bahagia dan tidak kekurangan sedikitpun selama hidupnya, hal itu tidak lain karena sosok ayah yang benar-benar sempurna di mata marry, yang dengan sadar marry menjadikan dirinya sebagai wanita dengan standar laki-laki yang sangat tinggi. Di matanya, ayahnya adalah ambang batas minimal untuk siapapun yang ingin mendekatinya.
Dengan standarnya yang sangat tinggi itu tidak jarang banyak lelaki yang mengurungkan niatnya untuk mendekati marry, karena betapa tingginya sosok ayahnya tersebut, karir yang mapan, aset yang cukup dan seolah membuat maary tidak membutuhkan lelaki lain di hidupnya, belum lagi penampilan marry yang bak tuan putri seolah menegaskan bahwa hanya seorang pangeran yang pantas mendampinginya.
Usia marry sudah tidak muda lagi untuk seorang perempuan, ayahnya juga tidak keberatan jika anak satu-satunya itu memutuskan untuk tidak menerima siapapun dihidupnya, toh aset dan harta yang dia kumpulkan rasanya akan cukup untuk membuat marry bahagia.
Suatu hari ayahnya menerima telpon dari dua laki-laki misterius, yang mengaku sedang bersama marry 


bersambung

BAGAIMANA JIKA KAMU ADALAH DUNIANYA?

tenang, sunyi tapi tak sepi. apa yang kamu lihat dari pemandangan hijau itu? bayangan seseorang? kenangan? harapan yang hilang? ...