Beberapa orang kewalahan dalam mengendalikan dirinya ketika berada di dalam keramaian, jika itu kamu?
tenang saja kamu tidak aneh!
kamu yang sering menjauh dari keramaian, kamu yang sering malas mengobrol terlalu lama dengan orang terutama yang bersifat basa-basi, dan kamu yang merasa cepat kelelahan bertegur sapa dengan orang,
sekali lagi kamu tidak aneh!
mungkin saja kamu adalah seorang HIGHLY SENSITIVE PERSON, ya bisa saja kamu adalah seorang HSP.
Kamu akan sesegera mungkin mencari tempat yang relatif lebih tenang dan hening, bukan untuk melarikan diri tapi untuk memulihkan kembali diri.
Seorang dengan HSP akan merasa kewalahan, kelelahan dan bahkan kesulitan mengendalikan dirinya akan banyaknya stimulus yang dia dapatkan saat di keramaian, dan saat dia memilih pergi bukan berarti dia sedang tidak peduli, dia sedang mengembalikan dirinya pada titik dimana dia memiliki kesadaran penuh dan utuh untuk mencerna stimulus yang sudah dia dapatkan dan memikirkan respon seperti apa yang harus dia berikan.
Dia sedang merecharge kembali dirinya sendiri untuk siap kembali. Dalam kondisi tertentu dia bahkan menganggap pesan dan telpon adalah gangguan nyata buat dirinya terutama dari orang yang bukan dia harapkan, tak peduli itu atasan, rekan bisnis atau bahkan seseorang yang mungkin memberikannya kemungkinan keuntungan material di hari itu.
memulihkan terkadang jauh lebih baik daripada memaksakan, karena bisa saja respon yang akan terlalu berlebihan, dan tentu saja hal-hal yang berlebihan tidak pernah cukup baik untuk dilakukan.
Dari berbagai sumber tentang HSP:
Highly Sensitive Person (HSP) adalah istilah psikologis yang merujuk pada individu dengan tingkat kepekaan yang tinggi terhadap rangsangan sensorik, emosional, dan sosial. Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Elaine N. Aron, seorang psikolog klinis, pada tahun 1990-an, dan sejak itu telah banyak diteliti serta dikenali sebagai salah satu variasi kepribadian yang normal.
---
🔍 Apa Itu Highly Sensitive Person (HSP)?
HSP bukan gangguan mental atau kelemahan, tetapi merupakan sebuah trait atau ciri temperamental yang dimiliki sekitar 15-20% populasi manusia (juga ditemukan pada hewan).
Orang dengan kepribadian HSP memiliki sistem saraf yang lebih responsif terhadap rangsangan, sehingga mereka:
Merespons lebih dalam terhadap emosi,
Lebih mudah merasa kewalahan oleh suara keras, cahaya terang, atau keramaian,
Cenderung reflektif, intuitif, dan memiliki empati tinggi,
Lebih mudah terpengaruh oleh suasana hati orang lain.
---
🧠 Karakteristik Utama HSP (D-O-E-S Model)
Menurut Dr. Elaine Aron, ada 4 aspek utama yang bisa dikenali dari HSP, yang disingkat menjadi DOES:
1. D – Depth of Processing (Kedalaman Pemrosesan)
HSP memproses informasi secara mendalam dan kompleks.
Mereka cenderung berpikir panjang dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan sebelum bertindak.
Sering merenung, memiliki pemikiran filosofis atau eksistensial.
2. O – Overstimulation (Mudah Terstimulasi Berlebihan)
HSP bisa merasa kewalahan dengan rangsangan yang terlalu banyak: keramaian, tekanan waktu, multitasking.
Perlu waktu sendiri untuk memulihkan energi (seringkali introvert, tapi tidak selalu).
3. E – Emotional Responsivity and Empathy (Respons Emosional dan Empati Tinggi)
Emosi dirasakan secara lebih intens, baik positif maupun negatif.
Sangat empatik terhadap perasaan orang lain.
Bisa menangis mudah atau tersentuh oleh film, musik, atau kisah manusia.
4. S – Sensory Sensitivity (Sensitivitas Sensorik)
Peka terhadap detail sensorik seperti suara keras, bau menyengat, pencahayaan, dan tekstur pakaian.
Juga lebih sensitif terhadap keindahan seni dan estetika.
---
💡 Ciri-Ciri Seorang HSP Secara Umum
Ciri Penjelasan
Mudah merasa kewalahan Ketika berada di lingkungan bising, ramai, atau penuh tekanan.
Butuh waktu menyendiri Untuk memulihkan energi setelah aktivitas sosial.
Reaksi emosional mendalam Baik terhadap pujian maupun kritik.
Sangat intuitif Bisa ‘merasakan’ suasana atau niat orang lain tanpa dijelaskan.
Peka terhadap rasa sakit Baik fisik maupun emosional.
Tak suka kekerasan visual Film atau berita kekerasan bisa sangat mengguncang.
Perfeksionis Karena cenderung memproses segala hal secara mendalam.
---
🧬 Apakah HSP Genetik atau Pengaruh Lingkungan?
Faktor genetik memainkan peran besar: beberapa orang dilahirkan dengan sistem saraf yang lebih sensitif.
Lingkungan masa kecil juga berpengaruh: anak HSP yang tumbuh di lingkungan suportif akan berkembang menjadi dewasa yang adaptif. Sebaliknya, pengalaman negatif bisa membuat mereka cemas atau depresi.
---
🧘♀️ Kebutuhan Khusus HSP
1. Lingkungan tenang dan terstruktur.
2. Waktu istirahat yang cukup.
3. Hubungan yang penuh pengertian.
4. Ruang untuk mengekspresikan diri (seni, tulisan, musik).
5. Validasi emosional (bukan dianggap “berlebihan” atau “baper”).
---
🤝 Apakah HSP Sama dengan Introvert atau Neurodivergent?
Tidak selalu. Sekitar 70% HSP adalah introvert, tetapi 30% bisa ekstrovert.
HSP bukan autisme, bukan ADHD, dan bukan gangguan mental. Tapi mereka mungkin terlihat mirip dalam beberapa gejala ringan (misalnya sensory overload).
Namun, seseorang bisa saja HSP sekaligus memiliki neurodivergensi.
---
✅ Keunggulan Seorang HSP
1. Kreatif dan artistik.
2. Pendengar yang baik dan sangat empatik.
3. Sering menjadi penengah yang bijak dalam konflik.
4. Mampu melihat nuansa dan makna mendalam dalam berbagai hal.
5. Sangat peduli terhadap keadilan, lingkungan, dan kemanusiaan.
---
⚠️ Tantangan Seorang HSP
1. Rentan stres dan burnout.
2. Sulit menghadapi kritik atau konflik.
3. Perlu waktu lebih lama untuk pulih dari pengalaman negatif.
4. Cenderung overthinking dan self-blaming.
---
📘 Buku dan Sumber
1. The Highly Sensitive Person – Elaine N. Aron
2. Sensitive is the New Strong – Anita Moorjani
3. Website resmi: hsperson.com
---
Jika kamu merasa seperti seorang HSP, itu bukan kelemahan, tapi kekuatan tersembunyi—asal tahu cara mengelolanya dengan baik.