Minggu, 27 Juli 2025

Ratu Lahir Dari Seorang Raja, apa kamu lupa?

aku memberinya jarak tapi tak pernah melepaskan pandanganku terhadapnya,
dia begitu mempesona bagiku dan segala sesuatu yang mungkin datang kepadanya begitu menakutkan untukku.
setiap bertemu orang baru dia akan tertawa riang, menyambut mereka seolah mereka juga menyambutnya.
sayangnya tidak seperti itu, beberapa mungkin malah terganggu dengan antusiasmenya. 
Saat hal-hal datang tidak sesuai harapanku, aku akan memaksanya pergi, memanggil tangisnya yang baru.

Baikkah ini untuknya?

entahlah, saat dia lahir itu pertama kalinya aku jadi seorang ayah dari seorang anak perempuan.

Aku ingin dia menjadi seperti ratu Sima yang melegenda itu, memimpin dengan adil dan rindukan begitu banyak orang, namanya diabadikan sebagai simbol cinta dan kasih sayang dari orang-orang yang mengikutinya, tapi aku lupa ratu Sima lahir dari seorang Raja, bukan dari laki-laki biasa yang hari ini, besok dan lusa rencana selalu berubah.

Di dunia yang berkembang dengan cepat ini, tumbuh berbagai macam paradigma.
laki-laki harus bekerja untuk memenuhi semua kebutuhan hidup keluarganya, tak kehilangan hobi dan pulang dengan membawa harapan serta lelahnya menjalani hari.

kawan lama sempat memberi kabar, seorang perempuan bercerita padanya mengingatkan nilai yang sepertinya sudah aku abaikan.
aku tak melakukan kejahatan, semua masih aku penuhi dan keluargaku masih terawat, apa yang salah dari itu?

Semua berjalan begitu cepat, hal baik dan buruk datang dan aku masih berpikiran semua berjalan baik-baik saja.

Keajaiban lain datang dalam tubuh kecil tanpa tangisan yang lahir dalam sebuah perjalanan, dia seolah berjuang sendirian memilih kehidupan.

Serina ambulans dia terjang sendirian sementara aku berlarian menerjang hujan di gelapnya malam. sampai saat kami bertemu kembali, kakinya sudah membiru, kali ini matanya terbuka, tangisnya pecah mengundang tangisku dan sekali lagi dia berjuang sendiri memilih kehidupannya!

Kali ini aku siap terbang, dua bidadari ini akan membawaku terbang dengan sayapnya.

Sekali lagi dia memilih kehidupan, dia memilih tumbuh dan merespon lebih cepat, sayap yang lainnya mekar sangat indah tapi terlihat ada yang sedikit berbeda.

responya tak secepat sayap yang baru tumbuh itu, matanya selalu menghindar saat aku mencoba menatapnya.

Dia sedikit kesulitan berucap tapi tak pernah berhenti berharap, melalui bonekanya dia seolah sedang berucap, selama ini  dia kesepian dan lelah.

dia lelah berteman dengan tubuh-tubuh yang lelah, dia meminta sesuatu yang lebih, tidak lebih mahal ataupun mewah dia meminta hak dasar lainnya yang selama ini aku lupakan!

Dia tak pernah tertinggal, dia hanya memintaku menariknya dari pelontar  karet sederhana, dan dia siap melesat.

Dia memintaku bertanya kembali, tentang konsep dan nilai, tentang tawa dan sendu, tentang dimana aku menghabiskan lelahku selama ini?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BAGAIMANA JIKA KAMU ADALAH DUNIANYA?

tenang, sunyi tapi tak sepi. apa yang kamu lihat dari pemandangan hijau itu? bayangan seseorang? kenangan? harapan yang hilang? ...