perjalanannya sangat panjang, membawa kami jauh sekali dan jarak yang sangat jauh itu terasa pendek saat kami mencobanya!
puluhan, ratusan sampai mungkin ribuan kilometer penuh harap, canda dan tawa, senang rasanya bertarung seperti itu.
tapi siapa yang peduli proses?
hampir tak ada!
semua orang akan peduli proses saat hasilnya terlihat dan setiap yang sedang berproses berhak dan sangat pantas untuk ditinggalkan!
karyawanmu akan pergi saat kamu gagal memberikan makanan yang cukup untuk anak istrinya, mereka tidak peduli kamu dan anak istrimu makan atau tidak, selama kamu memberinya makan dan makanan yang cukup untuk dia bawa ke rumah, kamu akan di ikuti, sampai ketika kamu gagal memberikan keduanya kamu harus siap di tinggalkan,
bukan salahmu ketika sudah semua kamu lakukan,
bukan juga salah mereka karena tak faham prosesmu.
prosesmu adalah urusanmu, lelahmu adalah bagianmu dan sekalipun kamu teriak-teriak mereka tak pernah punya kewajiban untuk sedikit bertenggang rasa untuk perasaanmu, sekali lagi itu tetap akan jadi bagianmu!
menilai seberapa luhur moral dan loyal mereka tak pernah penting selama kamu gagal menghidupi mereka,
tidak ada dendam, tidak ada sakit hati dan tak perlu lagi ada kemarahan,
kamu kecewa tapi hidup memang seperti itu.
ambil pelajarannya atau kamu tak dapat apa-apa lagi yang tersisa.
pikirkan saja langkahmu didepan semua akan berjalan kembali pada akhirnya, semakin baik atau semakin buruk itu tergantung responmu.
setiap orang sedang berlari,
kamu dengan jalanmu,
dia dengan jalannya dan mereka dengan jalan mereka sendiri-sendiri,
selalu ada hal yang lebih penting daripada kamu, pun begitu sebaliknya.
sekali lagi hidup harus terus berjalan dan akan terus seperti itu,
ketika kamu tidak berubah kamu akan merasakannya lagi!
terimakasih atas perjalanan ini,
mari tutup dengan rasa terimakasih, permintaan maaf tidak cukup baik diucapkan untuk perjuangan sekeras ini, itu hanya menambah beban!
sekali lagi aku sedang dalam prosesku, dan siapapun boleh pergi ketika prosesku terlalu lambat,
boleh aku ulangi lagi?
"setiap yang sedang berproses pantas di tinggalkan siapa saja".
bukan ucapanku, alam yang mendesainnya!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar