Jika anda seorang Guru yang sudah mengajar lebih dari sepuluh tahun di hidup anda, tiba-tiba anda hertemu dengan seorang yang sepuluh tahun lalu dia masih murid anda,
apakah anda akan mengenalnya?
Hanya sebuah Catatan adalah sebuah blog yang membahas tentang pendidikan, pelajaran hidup, Filosofi, Kepribadian, serta cerita inspirasi kehidupan.
Jika anda seorang Guru yang sudah mengajar lebih dari sepuluh tahun di hidup anda, tiba-tiba anda hertemu dengan seorang yang sepuluh tahun lalu dia masih murid anda,
apakah anda akan mengenalnya?
Jelas kulihat rintik hujan dalam sinar lampu yang menyilaukan.
Biasanya hujan seperti ini pengunjung tak pernah datang gumamku dalam hati.
Kejauhan samar sosok tinggi besar, beberapa orang patuh mengikutinya.
Mereka beradu mulut dengan seorang yang jelas ku kenal, tanpa ku persilahkan
mereka masuk dan duduk di bangku kedaiku.
Pertengkaran semakin menjadi, yang dipermasalahkan lebih jelas aku dengar.
"Panggil anak itu!"
Lalu sesosok tubuh mungil muncul, lalu masuk ke ruangan. Dia di tempatkan tepat di tengah dua orang tua yang sedang bergumul dengan kata masing.
Aku lihat anak itu gemetar, matanya berbinar karena luka.
Seketika aku duduk mendekat "sini nak dekat paman!''
Anak itu mendekat, lantas aku dekap tubuh mungilnya itu.
Dia mulai menangis menyembunyikan wajahnya.
Sadar ada sesuatu yang dia sembunyikan,
"mana yang sakit?" bisiku
Dia menunjukan wajah mungilnya yang memerah, bukan karena malu tapi karena sakit akibat luka yang mendarat tepat di wajahnya.
Dekapanku lebih erat seraya memori yang muncul dipikiran, sebelum punya anak pertama
Anak inilah yang sering aku asuh, dulu wajahnya putih bersih.
"Sini!" seseorang dengan nada keras memanggil anak kecil ini,
Aku sudah kacau, tatapanku arahkan pada sumber suara itu.
"Dia disini bersamaku, kalian orang tua selesaikan masalah kalian" ku balas tak kalah keras dari nada suara yang berikan.
Mereka terus beradu mulut,
mereka saling tikampun aku tak peduli.
Anak ini harus tetap bersamaku.
Pertengkaran mereda, aku tak tau hasilnya bagaimana.
Satu rombongan pergi, sempat pamit padaku.
Tak lama berselang, dua orang ibu datang dengan suaminya, kembali masuk ke dalam seolah mencari seseorang yang tak lama juga datang.
Ahhhh apalagi ini, pikirku.
Kembali semuanya mengeluarkan kata-kata kasar dan nada tinggi dengan ritme yang cepat.
"Panggil anak itu, panggil anak itu"
"Tanyakan dia siapa yang melakukan" seorang ibu bergetar mengadu sekaligus memvisualisasikan kondisi anaknya sekarang.
Lagi-lagi iba-ku tak beranjak, aku tak benar-benar peduli,
Sesekali meja besi ku di dorong, kursiku di tendang beberapa kali dan aku tak benar-benar peduli.
Anak itu datang kembali, dengan wajah merah lusuh, dipipinya yang bengkak tergambar lukisan bantal yang dia gunakan, matanya menyipit, aku tau dia di paksa bangun dari tidurnya.
Kini ceritanya berbeda, kepala mendidih mendengar lirih anak tadi
"Bangsat...!"
"Anak ini sedang pulas mesra dengan lukanya"
"Masih saja kalian bangunkan, untuk keadilan-mu"
"Pergi kalian semua, ini tempatku"
Tak ada yang membantahnya, anak itu berlari kembali ke rumah, menuju tempat paling aman saat ini, pangkuan ibunya
"Urus urusan kalian disana"
"Polisi? Rumah sakit? Aku tak peduli, anak itu Tanggung Jawabku"
Mereka berlalu dengan janji yang aku tak peduli
Sekali lagi Aku Tak Peduli
Anakmu bukan milikmu
Juga bukan miliku
Kamu tidak pernah membencinya
Kamu hanya benci ketidak mampuanmu mendidiknya
Dia bukan musuhnya
Kamu hanya mencari musuh yang mudah kamu kalahkan
Dia tidak lari darimu
Kamu hanya kehilangannya
Saat kamu memukulnya
Kamu tidak hanya melukainya
Kamu melukai dirimu sendiri
Dia tak pernah bersalah
Dan ini hanya kesalahanmu
Jika aku kamu, aku akan menangis sepanjang malam
Karena kamu tak pernah bisa lebih cepat dari cermin
Dan cermin tau setiap gerakanmu
Kamu selalu kalah
Dia tidak harus menerima siksa orang lain
Tidak juga Olehmu
Sekalipun kamu orang tuanya
Kamu tak layak jadi orang tua
Aku benci kamu
tenang, sunyi tapi tak sepi. apa yang kamu lihat dari pemandangan hijau itu? bayangan seseorang? kenangan? harapan yang hilang? ...