Kamis, 26 Januari 2023

FINAL "BERBAKAT VS TERLATIH"

 


Abdul Halim SMP PLUS AN-NUUR 2016
- Juara I Pospeda Provinsi Jawa Barat
- Juara II Futsal Kabupaten Tasikmalaya
- Juara III Futsal Se-Priangan Timur
- Juara III Futsal Pelajar Singaparna

Pada Tulisan ini saya akan mencoba membuat Kesimpulan dari dua Tulisan Sebelumnya, tentang Penciptaan Generasi Emas dari Lahirnya Sekelompok Orang Berbakat. Olahraga Kelompok tidak pernah bisa berhasil sendirian, Seorang yang berbakat seklipun tidak akan berhasil mendapatkan sesuatu tanpa bakat-bakat lainnya dalam Tim tersebut. Sebagai Informasi tambahan ketika Lulus dari SMP PLUS AN-NUUR tahun 2018 satu paket tim ini (4 Siswa kami) mendapatkan banyak Tawaran Bea Siswa Pendidikan dari Berbagai Sekolah SMA/SMK dengan tawaran-tawaran yang menarik, mulai dari Pemberian Reward Berupa kemudahan akses Prestasi sampai yang berupa kemudahan Biaya Pendidikan di Sekolah mereka. Sebuah kebanggaan tersendiri untuk saya sebagai pelatih melihat mereka mempunyai Value yang menarik perhatian banyak pelatih, Sekaligus Kesalahan terbesar saya membiarkan dan melepas mereka tumbuh dan berkembang dengan pilihan mereka tanpa terlalu ber-Intervensi.

Kembali kepada Pembahasan, setiap Orang terlahir dengan Bakat yang Istimewa mulai dari bernyanyi, Olahraga, Ilmu-ilmu pasti sampai Menjadi Seorang Orator atau Pembicara dalam Bidang Keagamaan.
Orang yang mempunyai Bakat yang Istimewa ibarat perlombaan Lari Jarak Pendek, dia memiliki kemudahan dengan melakukan Start Lebih depan daripada Orang dengan Bakat yang tidak terlalu Istimewa. Akan Tetapi terkadang Hidup ini seperti Perlombaan Lari Marathon dengan jarak yang sangat Jauh, Seseorang yang saat Start berada didepan sangat mungkin dikalahkan dalam perjalan menuju garis Finish, dan Orang yang sangat mungkin mengalahkan Orang dengan Bakat Istimewa tersebut adalah Orang Yang terlatih atau Orang yang berlatih lebih keras. 

Saya tidak bisa mengatakan bahwa semua orang yang berlatih akan berhasil mendapatkan prestasi dalam Bidangnya, Akan tetapi seorang Cristiano Ronaldo dikenal sebagai seorang atlet dengan Usaha yang sangat Luar Biasa, Dia Berlatih lebih berat daripada teman yang lainnya, dia datang lebih pagi ke tempat latihan dan pulang paling akhir dari tempat latihan. Atau cerita Tentang seorang Albert Einstein yang membutuhkan waktu lebih dari 10 tahun untuk mengguncang Dunia Fisika, Atau bahkan seorang Mozzart yang hampir setiap harinya menonton Konser Musik sehingga dia mendapatkan Inspirasi untuk ide-ide bermusiknya.

Dari Cerita Orang-orang hebat diatas kita bisa lihat bagaimana mereka berlatih sangat keras, dalam Bidang yang mereka minati tentunya. Bayangkan jika kita memberikan Soal Fisika kepada Seorang Ronaldo, atau sebaliknya kita memaksa Einstein untuk bertanding sepakbola, tentu saja hasilnya akan berbeda karena mereka tidak melakukan hal-hal yang mereka minati. Pertanyaannya adalah "SUDAHKAN ANDA MENEMUKAN BAKAT/MINAT ANDA?"

Akhir cerita saya ingin mengemukakan pendapat saya tentang sebuah Generasi Emas.
Bagi saya mempersiapkan dan mencoba membangun Generasi Emas jauh lebih Logis untuk dilakukan, daripada sekedar menunggu seorang ibu melahirkan anak yang berbakat pada Bidang Olahraga khususnya. Karena tentu saja kita tidak tau Ibu mana yang akan melahirkan seorang atlet? Rumahnya dimana? sekarang anak itu sudah Umur berapa? 
Walaupun jalan yang saya pilih lebih terjal, menghabiskan banyak energy dan memerlukan waktu yang lama, setidaknya saya mencoba mengoptimalkan Potensi dan Sumber Daya  yang ada, dan mencoba merangkainya. 

Tidak ada yang menjamin ini akan Berhasil tapi karena "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri".
Selain itu saya tidak bisa bekerja sendiri, saya membutuhkan semua Sumber Daya yang ada di Sekolah ini, termasuk kalian sebagai Peserta Didik. Kalian adalah Objek sekaligus Subject dari semua ini, kalian adalah pemeran Utama dalam cerita ini dan diantara kalian lah yang akan membangun sebuah Generasi Emas.

Cobalah berbagai Hal yang Postifif, Eksplorasi semua kemampuan kalian dan temukan minat dan bakat kalian. Setelah itu Dedikasikan waktu dan tenaga kalian untuk hal-hal yang kalian minati seraya berdoá semoga Alloh memudahkan jalan kalian, Karena Sejatinya Tidak Semua Hasil yang sesuai dengan Usaha kalian. 

Semoga Tulisan ini sedikit memberikan Inspirasi 
mudah-mudahan saya dapat kembali dengan tulisan-tulisan lain yang lebih baik
Selamat berjuang!!





MahardikaWira.Blogspot.com
Idas Mukodas

BAKAT ATAU LATIHAN MANA YANG LEBIH PENTING?

Sebuah Generasi terdiri dari sekelompok Individu, dan setiap Individu terlahir dari seorang ibu. melahirkan Seorang Juara adalah Anugerah, menciptakan seorang JUARA adalah Pilihan, pilihan akan Proses yang sangat panjang, melelahkan dan penuh pengorbanan.

Muhammad Mustafiq Siswa SMP PLUS AN-NUUR tahun 2018
- Top Skor turnamen Futsal se-Priangan Timur saat duduk di kelas VII
- Juara II Gala Siswa Indonesia Provinsi Jawa Barat 2018-2019
- Juara I GSI Kabupaten Tasikmalaya 2018
- Juara II GSI Wilaayah Singaparna 2018
- Juara III Futsal Se-Priangan Timur 2019
- Juara III Futsal Pelajar Singaparna 2019

Dalam tulisan sebelumnya saya mencoba mengangkat tentang Generasi Emas, pada kesempatan ini saya menncoba mengangkat lebih detail unsur yang lebih kecil dari sebuah generasi, karena pada dasarnya Sebuah Generasi Emas pasti berisi Individu-individu berprestasi atau sebaliknya Individu-Invidu JUARA lah mengangkat sebuah Generasi pada Puncak Prestasi (GENERASI EMAS).

Seorang Juara  dilahirkan  dan  diciptakan,  sebuah  ungkapan  yang  menggambarkan  pengertian bahwa  seorang  juara  dilahirkan  dengan  anugerah  bakat  yang  sudah  dibawa  sejak  lahir, termasuk  postur  tubuh,  kecerdasan  dan  lain  sebagainya.  Namun  semuanya  akan  menjadi potensi semata jika tidak dikelola, dieksplorasi  melalui pendidikan dan latihan yang terencana sistematis,  dan    berkesinambungan. 

Secara singkat, pengertian bakat adalah suatu kemampuan yang dimiliki oleh seseorang dimana kemampuan tersebut sudah melekat dalam dirinya dan dapat digunakan untuk melakukan hal-hal tertentu dengan lebih cepat dan lebih baik dibandingkan dengan orang biasa. Pendapat lain mengatakan pengertian bakat adalah kemampuan yang ada di dalam diri seseorang sejak lahir dimana kemampuan tersebut dapat digunakan untuk mempelajari sesuatu dengan cepat dan dengan hasil yang baik.


Namun  semuanya  akan  menjadi potensi semata jika tidak dikelola, dieksplorasi  melalui pendidikan dan latihan yang terencana sistematis,  dan    berkesinambungan.  Terencana  dikaitkan  dengan  perubahan  yang  dilakukan dengan  sengaja  atau  memiliki  maksud  dan  tujuan,  merupakan  hasil  dari  pemikiran serta aplikasi   dari   ilmu   pengetahuan   dan   keterampilan   seorang   pelatih.   Pengetahuan   dan keterampilan tentang  5 W dan 1 H (who,what, why, where, dan when dan 1 H ( How)dalam memilih, mengambil dan menetapkan suatu keputusan.Sistematis  dalam  kamus  bahasa  diartikan  sebagai  teratur  menurut  sistem,  memakai sistem,   logis,   metodis,   terstruktur.   Sedangkan   berkesinambungan   dimana   latihan   harus dilakukan sepanjang waktu, berkelanjutan, terus menerus tentu seusai dengan tahapan tahapan yang  telah  direncanakan  dan  di  susun  yang  tertuang  tertulis  dalam  perencanaan  latihan  dan program latihan.

Jelas terlihat bahwa Bakat bukanlah satu-satunya Faktor untuk menjadi Juara, ada banyak Faktor yang menopang seseorang mencapai kepada Puncak Prestasinya. 
 Dalam Olahraga terdapat Ungkapan yang sangat menarik "Jika Kamu Tidak Terlahir Dengan Bakat Istimewa, Pastikan Kamu Terlatih Dengan Baik".

Pertemuan antara Individu yang berbakat dengan Pengetahuan dan keterampilan Pelatih menjadi salah satu Faktor yang sangat menentukan.

Loh kok cuma salah satu Faktor?? 
apakah masih ada Faktor lain??

tentu saja di tulisan selanjutnya kita akan mencoba membahas faktor-faktor lain yang berpengaruh pada prestasi seseorang. 




https://mahardikawira.blogspot.com/ 

Idas Mukodas

GENERASI EMAS DILAHIRKAN ATAU DICIPTAKAN?



Setelah Final YPC Fest 2017

Selang satu tahun setelah final pertama kami dalam sebuah turnamen Futsal tingkat Kota dan Kabupaten akhkirnya kami bertemu kembali dengan Sekolah yang menjadi lawan kami di final kala itu. Kali ini kami harus bertemu dalam fase Semi Final, satu langkah menuju partai Final!

Pada laga perempat Final saya sadar bahwa calon lawan kami menyaksikan pertandingan kami, hal yang sangat lumrah dilakukan oleh pelatih atau tim untuk mengintip kekuatan calon lawan mereka, Alhamdulillah kami melewati laga perempat final dengan kemenangan, tapi yang paling menarik setelah laga itu saya dan pelatih dari tim calon lawan kami di Semi Final berpapasan dan sempat berbincang sejenak.

"Selamat Pak, SMP PLUS AN-NUUR memiliki Generasi Emas!" ujarnya

Saya hanya membalasnya dengan senyuman tanpa bisa banyak berkata, satu sisi tentu saja ini adalah sebuah pujian untuk kami, Tapi beberapa saat saya tertegun kalimat yang di ucapkannya seolah masuk dan berputar di kepala saya
"Benarkah ini Generasi Emas kami??"

Sepertinya sebagian dari diri saya menolak untuk disebut Generasi Emas, Faktanya memang merekalah Generasi yang pertama memberikan Prestasi Olahraga khususnya Futsal di Sekolah kami, tetapi bahkan saat itu kami tidak pernah merasakan Juara pada sebuah kompetisi, prestasi terbaik kami saat itu hanya menjadi Juara ke-2 dalam sebuah kompetisi tingkat Kabupaten. Bukan Prestasi yang mudah di dapatkan memang, tapi untuk saya menjadi Juara ke-2 sangatlah menyebalkan!

"loh anda sepertinya kurang bersyukur!" mungkin sebagian dari anda memiliki kesan seperti itu, tapi memang faktanya demikian, untuk menjadi Juara ke-2 anda harus kalah di Final, dan untuk mencapai sebuah Final anda harus mengalahkan semua tim yang anda lawan pada babak sebelumnya. Berapa banyak keringat yang harus kita keluarkan melewati semua pertandingan, bahkan terkadang kami harus rela membiarkan tubuh kami berdarah dan setelah benar-benar sangat dekat dengan JUARA kami malah mengalami kekalahan. 
 
MENYEBALKAN BUKAN??

Mari kembali ke tajuk utama "ÄPAKAH GENERASI EMAS DILAHIRKAN ATAU DICIPTAKAN??"

Dalam Tulisan ini saya tidak akan menjawab pertanyaan ini, karena saya sendiri tidak cukup yakin untuk jawabannya, mungkin saya harus menulis beberapa catatan lain dan memebandingkan beberapa Teori untuk benar-benar bisa membuat kesimpulan yang tepat.
 
Bisakah anda membantu saya menjawab pertanyaan ini???


Sampai Jumpa di catatan-catatan Berikutnya...



https://mahardikawira.blogspot.com/ 



Kamis, 16 Februari 2017

CARA MEMBUAT LOKAL HOST DENGAN XAMPP

Localhost atau juga bisa disebut sebagai server local merupakan web server yang bersifat offline. Sama halnya seperti web server yang di internet, di localhost kita dapat membuat website sebanyak mungkin tanpa koneksi internet. Dan fiturnya pun juga saya rasa gak jauh beda sama yang di internet. Misal ada PhpMyAdmin, PHP, MySQL, dll.
Setelah di download, copy file XAMPP ke Local Disk (C:) lalu extract filenya.
  
 Tunggu sampai proses extracting selesai.
Dan hasilnya seperti dibawah ini. Kemudian buka foldernya.

Buka folder folder “htdocs”.
 

Nah di dalam folder htdocs ini fungsinya untuk mengatur file – file website yang kita buat. Misal kita membuat folder “isc” di htdocs, maka untuk mengaksesnya adalah menggunakan alamat URL http://localhost/isc.
Oke sekarang kita mulai untuk belajar membuat web di localhost.
Pertama kita buat folder dulu.
 
Misal saya kasih nama “belajar”
 
Setelah itu kita buat file html. Namanya index.html
 
Kemudian kita edit file index tersebut dengan notepad.
 
Isi dengan script buatan kamu. Kemudian jangan lupa di save.
  Untuk mengaktifkan localhost, masuk ke Local Disk (C:)/xampp/ kemudian double klik pada file xampp-control.exe
Kalau pertama kami membuka XAMPP, biasanya disuruh milih bahasa, pilih aja yang gambar bendera yang disebelah kiri, lalu klik Save.
Ini dia tampilan XAMPP Control Panel, fungsinya untuk mengatur segala aktivitas XAMPP. Sekarang klik tombol “Start” pada module Apache, MySQL dan Mercury.
Setelah itu buka web browser (Internet Explore atau Mozilla Firefox atau Chrome, dll). Kemudian buka http://localhost/belajar dan lihat hasilnya :)


Catatan.
Jika kita ingin menginstall atau membuat website berbasis SQL seperti CMS, kita harus membuat database MySQL dulu di phpMyAdmin.
Caranya buka http://localhost/
Kalau untuk pertama kali, nanti disuruh memilih bahasa. Pilih aja yang English.
Ini tampilan localhost. Sekarang masuk ke menu phpMyAdmin di sebelah kiri.
Sekarang masuk ke menu Database.
Beri nama baru pada Database Name, kemudian klik Create.


Catatan :
Untuk pengaturan database atau MySQL pada XAMPP adalah
Server: localhost
Username: root
Password: (kosong)
Database: (sesuai nama database yang dibuat di phpMyAdmin)

Kamis, 04 Agustus 2016

Tujuan Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar



1. Tujuan Umum 

Program peningkatan kompetensi guru pembelajar secara umum bertujuan untuk meningkatkan kompetensi  guru, baik pedagogik maupun profesional, serta memiliki performa sebagai pendidik dan pemimpin bagi peserta didiknya, menjadi contoh tentang ketangguhan, optimisme dan keceriaan bagi peserta didiknya, melalui berbagai moda dan media, di berbagai pusat belajar.




2. Tujuan Khusus 

Secara khusus, program peningkatan kompetensi guru pembelajar bertujuan agar peserta:
a. mengusai kompetensi pedagogik dan profesional sesuai dengan modul yang dipelajari;
b. memiliki performa sebagai pendidik dan pemimpin bagi peserta didiknya;
c. menjadi contoh tentang ketangguhan, optimisme dan keceriaan bagi peserta didiknya; dan
d. memiliki kemauan untuk terus belajar mengembangkan potensi dirinya.

Tahapan Penyelenggaraan Program Guru Pembelajar



Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar bagi  guru  TK, guru kelas  SD,   guru  mapel, guru SLB  SMP/SMA/SMK, dan Bimbingan Konseling dilakukan dengan
tahapan kegiatan sebagai berikut.
a. Workshop Tim Pengembang
b. Pelatihan Narasumber Nasional (NS)/Pengampu
c. Pelatihan Instruktur Nasional (IN)/Mentor
d. Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar

Workshop Tim Pengembang dan Pelatihan NS/Pengampu dilaksanakan oleh Ditjen GTK. Kegiatan pelatihan IN/Mentor dilaksanakan oleh PPPPTK/LPPPTK. Sedangkan pelaksanaan Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar dilakukan oleh Dinas Pendidikan bekerja sama dengan PPPPTK/LPPPTK.



1. Workshop Tim Pengembang

- Pola 30 JP (1 JP @60 Menit), selama 3 hari
Peserta: Tim Pengembang
Hasil: Perangkat untuk pelatihan NS/Pengampu
- Dilaksanakan 3 tahapan :
tahap 1: penyusunan draf
tahap 2: pembahasan dan penyempurnaan
tahap 3: finalisasi
Dilaksanakan oleh Ditjen GTK
Output: perangkat untuk pelatihan NS/Pengampu
- Tempat: PPPPTK, LPPPTK-KPTK, Hotel, atau tempat lain yang ditetapkan.


2. Pelatihan Narasumber Nasional (NS)/ Pengampu 

- Menggunakan moda tatap muka pola 100 JP (1 JP @45 Menit)  selama 10 hari
- Peserta: WI, PTP, dan Guru yang memenuhi kriteria sebagai NS/ Pengampu
- Dilaksanakan oleh masing-masing Direktorat terkait di lingkungan Ditjen GTK
- Output: Tersedianya NS/Pengampu sesuai kriteria
- Tempat : PPPPTK, LPPPTK-KPTK, Hotel, atau tempat lain yang ditetapkan.



3. Pelatihan Instruktur Nasional (IN)/Mentor  

- Menggunakan moda tatap muka Pola 100 JP (1 JP @45 Menit), selama 10-11 hari.
- Peserta: Guru yang memenuhi syarat sebagai IN/Mentor
- Dilaksanakan oleh PPPTK/LPPPTK sesuai bidangnya
- Output: Tersedianya IN/Mentor sesuai kriteria
- Tempat : PPPPTK, LPPPTK-KPTK, Hotel, atau tempat lain yang ditetapkan

4. Pelaksanaan Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar  

- Moda Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar:
1. Moda Tatap Muka :
• untuk guru kelas dan guru mapel;
mempelajari 2 (dua) kelompok kompetensi; Pola 60 JP, selama 6-7 hari
• untuk guru kejuruan mempelajari 1 (satukelompok kompetensi;Pola 100 JP, selama10-11 hari
2. Moda Daring, mempelajari 1 kelompok kompetensi dengan pola 60 JP dilakukan dalam beberapa tahap kegiatan selama 6 minggu
3. Moda Daring Kombinasi, mempelajari 1 kelompok kompetensi  dengan pola 60 JP dilakukan dalam beberapa tahapan kegiataselama 6 minggu
- Peserta: guru sesuai dengan kriteria dalam masing-masing moda.
- Dilaksanakan oleh PPPPTK dan LPPPTK berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan
- Output: guru meningkat kompetensinya
- Tempat : Pusat Belajar (PKG/Gugus/KKG/MGMP/MGBK/P4TK/LP3TK atau tempat lain yang ditetapkan).

Strategi  Penyelenggaraan Program Guru Pembelajar

Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar dilaksanakan menggunakan pendekatan andragogi dengan menerapkan metode diskusi, ceramah, dan penugasan untuk menguasai materi pembelajaran secara tuntas. Pelaksanaan program untuk mata pelajaran/paket keahlian tertentu akan dilengkapi dengan kegiatan praktik. Pelaksanaan program guru pembelajaran direncanakan secara
bertahap, diawali dengan Workshop Tim Pengembang, Pelatihan Narasumber  Nasional/Pengampu, Pelatihan Instruktur Nasional/Mentor, dan Pelaksanaan Progam Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar.

Proses pelatihan untuk Narasumber Nasional, Instruktur Nasional, Pengampu, Mentor dan Guru mengikuti langkah-langkah yang dicantumkan dalam diagram di bawah ini.


Penyelenggaraan Program Guru Pembelajar 

sertifikat guru pembelajar

Dalam setiap pelatihan tentunya ada hal penting yang patut dan wajib kiranya diberikan kepada peserta pelatihan. Tidak terkecuali dalam diklat guru pembelajar ini. Baik Narasumber, Instruktur Nasional maupun peserta di daerah dalam 3 moda guru pembelajar semua akan diberikan sertifikat diklat guru pembelajar. Sertifikat ini tentu nantinya bisa dipakai untuk syarat kenaikan pangkat.


Sertifikat Guru Pembelajar

Peserta pelatihan Narasumber Nasional/Pengampu yang memenuhi syarat penguasaan kompetensi dengan nilai akhir  >80 akan menerima sertifikat atau Surat Tanda Tamat Pendidikan dan pelatihan (STTPP) yang ditandatangani Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan.


Peserta pelatihan Instruktur Nasional/Mentor yang memenuhi syarat penguasaan kompentensi dengan nilai > 70 akan menerima sertifikat atau Surat Tanda Tamat Pendidikan dan pelatihan (STTPP) yang ditandatangani Kepala PPPPTK/LPPPTK KPTK atas nama Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan.

Guru Pembelajar yang telah mengikuti Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar dan memenuhi syarat kompetensi dengan nilai akhir > 70 akan mendapat sertifikat atau Surat Tanda Tamat Pendidikan dan pelatihan (STTPP). Sertifikat dapat dicetak melalui SIGELAR (Sistem Informasi Guru Pembelajar). Sertifikat ditandatangani oleh Kepala P4TK/LP3TK dan atau Kepala Dinas, Badan Kepegawaian Daerah, atau organisasi lain.yang dapat dicetak melalui SIGELAR.

Bagi peserta pelatihan Narasumber Nasional/Pengampu, peserta pelatihan Instruktur Nasional/Mentor, dan peserta Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar yang tidak memenuhi persyaratan penguasaan kompetensi dan/atau persyaratan kehadiran serta persyaratan minimal lainnya akan menerima surat keterangan (tidak menerima sertifikat pelatihan)

Kurikulum dan Bahan Ajar Guru Pembelajar

Pembelajaran dalam moda tatap muka dan moda daring dapat dilakukan untuk semua jenis kompetensi, baik kognitif, afektif, maupun psikomotor, yang pelaksanaannya disesuaikan dengan karakteristik kompetensi mata pelajaran yang dipelajari. Salah satu penentu keberhasilan pembelajaran ini adalah perencanaan dan persiapan materi pembelajaran yang akan disampaikan. Adapun perencanaan materi dimaksud adalah tersedianya kurikulum dan bahan ajar.
Guru Pembelajar

Kurikulum Guru Pembelajar

Kurikulum dalam program guru pembelajar dirancang berdasarkan 10 kelompok kompetensi yang dikembangkan dari standar kompetensi guru. Dokumen kurikulum yang perlu dipersiapkan antara lain adalah struktur program, silabus, dan satuan acara pembelajaran. 
a. Struktur Program
Struktur program yang digunakan pada pembelajaran dirancang sesuai dengan  kurikulum Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar yang diselenggarakan.
b. Silabus 
Silabus adalah garis besar, ringkasan, ikhtisar, pokok-pokok isi/materi pembelajaran mata pelajaran tertentu yang mencakup deskripsi singkat, kompetensi/sub kompetensi, indikator, pengalaman belajar, evaluasi, alokasi waktu, bahan/alat, dan sumber belajar.
c. Satuan Acara Pembelajaran
Satuan acara pembelajaran merupakan panduan atau skenario pembelajaran dalam satu satuan materi pelatihan yang harus dibuat oleh widyaiswara untuk setiap pembelajaran tatap muka. Satuan acara pembelajaran memuat langkah langkah atau aktivitas pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.  

Bahan Ajar Guru Pembelajar

Bahan ajar yang dapat digunakan dalam pembelajaran tatap muka menggunakan modul cetak, sedangkan pembelajaran daring menggunakan modul, lembar kerja dan lembar informasi yang disusun dan disajikan secara digital.  Bahan ajar untuk moda daring harus dirancang secara interaktif, sebagian atau keseluruhan, sesuai dengan karakteristik modul. 
Format bahan ajar digital yangdimaksud antar a lain: 
a. Teks, seperti dokumen dalam format: doc, pdf, html, dll. 
b. Audio, misalnya: radio, kaset, CD audio, audio streaming, dll.
c. Visual, misalnya: foto, gambar, model, chart, dll. 
d. Audio Visual, misalnya: video/film, VCD/DVD, video streaming, dll.
e. Multimedia, yaitu kombinasi dari teks, audio, visual dan audio visual, seperti: CD interaktif, film, animasi, presentasi, dll.

BAGAIMANA JIKA KAMU ADALAH DUNIANYA?

tenang, sunyi tapi tak sepi. apa yang kamu lihat dari pemandangan hijau itu? bayangan seseorang? kenangan? harapan yang hilang? ...